Sukarnya DugaanMu Ya Allah



Begitu bisa menghadapi keadaan yang terlalu sukar.
Sukar dan terus menjadikan ianya cabaran yang teramat pedih dari dalam lubuk kalbu yang tiada siapa yang akan mampu memberi penawarnya. 
Dari hari ke hari terus melawan arus yang mencengkam jiwa agar terus lari dari jalan kebenaran.

Dari hari ke hari terus lagi menahan siksa jiwa yang semakin hari semakin menyiksakan.
Namun tiada siapa yang memahami malah lagi terus menekan jiwa sehinggakan jiwa tertekan dan terus dirosakkan.

Mereka tidak mampu memahami mengapa ia terjadi.
Apabila disuarakan, segalanya ditolak dan segalanya tidak benar.
Apakah suara hati ini sedikit pun tidak benar?
Apakah hati ini langsung salah?

Kecewa dari dalam hati ini..
Tekanan masih terus dan mendalam.
Siksaan jiwa ini tanpa mereka melihat dari dalam.
Terus mereka rosakkan ia tanpa rasa sedikitpun rasa bersalah.

Jiwa ini terus melawan, dan mempersoalkan.
Apakah aku diperkotak katikkan?
Apakah aku dimainkan?
Apakah aku dijadikan boneka untuk impian mereka tercapai?
Apakah aku bersalah dalam mempersoalkan semua soalan ini?

Aku tak mampu lagi menyimpan sekiranya ini semua masih berlangsung dan terus menyakiti hati ini.
Pantang suara hati ini bersuara, terus aku dipersalahkan.
Setiap perkataan yang aku suarakan, seolah-olah terus aku ditekan.

Aku tak mampu bersuara
Tekanan terus menjadi-menjadi
Tidak banyak yang aku persoalkan melainkan aku protes dengan tekanan dari mereka yang terus menyiksa jiwa dan hati ini.

Gangguan demi gangguan yang mereka sendiri ciptakan.
Tanpa segan silu mereka terus menghukum aku.
Pantang setiap keputusan yang aku mahukan terus dipangkah bahawa itu semua kesilapan

Aku keliru.
Apakah segala ini yang Tuhan susunkan untukku atau Manusia itu sendiri mencipta keputusan mereka.

Terus dibuai keliru dan terus keliru.
Mengapa susunan ini terlalu kejam untuk ku.

Ya Allah.. Aku terus digodam kekejaman jiwaku.
Bantulah aku untuk aku mencapai ketenanganku dan keamanan jiwa ragaku

Comments

Popular Posts